Macet Karena “Harga Premium”

 

 

Berita kenaikan BBM semakin lama semakin kencang saja ya, sudah ada demo yang menentang kenaikan harga tersebut. Kenaikan tersebut pastinya akan menambah inflasi, yang jelas biaya distribusi barang-barang akan menambah ongkos yang dibebankan juga ke harga.

Tapi didaerah kami, kenaikan harga yang diusulkan pemerintah yaitu Rp. 6.000,- sebenarnya sudah sejak lama kami rasakan. Walau di SPBU tetap Rp. 4.500,- namun karena kebijakan pemerintah yang terdahulu saat membatasi BBM bersubsidi, akhirnya membuat jumlah kouta BBM bersubsidi yang datang ke SPBU berkurang, imbasnya tentu saja jatah yang sedikit tersebut diperebutkan oleh orang banyak, baik itu para pelangsir BBM dan orang umum yang ikut berdesak-desakkan di SPBU. Karena susah mendapatkan premium di SPBU itulah akhirnya oknum-oknum tertentu membuat harga premium sendiri, akhirnya harga menjadi lebih mahal.

Jalan-jalan pun jadi macet, susah jadinya berangkat kerja pada pagi hari karena saking macetnya disekitar SPBU, kebetulan sekali jalan menuju kerja saya hanya ada satu jalan raya yang termasuk trans Kalimantan, tapi jalannya sempit juga. Disamping-samping jalan banyak antrian mobil, yang akhirnya kesian sekali buat pengguna jalan raya karena macet yang “disebabkan” oleh pemerintah ini, bayangkan mobil ambulan yang membawa pasien gawat darurat yang harus diantar secepatnya ke rumah sakit, bisa-bisa pasien meninggal didalam perjalanan.

Kembali ke masalah harga BBM bersubsidi yang rencanya naik ke Rp 6.000,- lagi. Pastinya akan membuat harga premium dieceran lebih dari harga tersebut, perkiraan saya bisa Rp 6.500 – 7.000,- nantinya. Tapi saya bersyukur, walaupun kenaikan lumayan tinggi tersebut, motor yang saya punya sudah menganut sistem injeksi yang pastinya lebih irit. Namun saya berharap, semoga kenaikan ini benar-benar dipikirkan oleh pemerintah, akan bagaimana nasib rakyatnya yang sebagian besar untuk sehari-hari saja untuk makan pun sulit, para pejabat disana pastinya enak saja bicara karena gajinya besar-besar buat beli biaya transportasinya.

12 thoughts on “Macet Karena “Harga Premium”

  1. nadiaananda berkata:

    Hidup ane katanya berantakan om ditambah rambut ane,, tapi kalo udah baca artikel kok berubah jadi rapi yaaa.. Hehehe..😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s