Motor Premium Kok Begitu…

Mari kita sedikit berbagi, ada dua buah produk motor buatan ATPM kita yang dikategorikan sebagai produk premium. Yang satu adalah Yamaha Lexam dan satunya lagi Honda Tiger, beda segmen tapi sama-sama katanya premium. Nah, kita tahu kedua produk ini secara harga termasuk mahal jika dibandingkan dengan fitur dan performancenya tetapi menawarkan design yang bikin mata segarlah.

Memang tidak salah kalau ingin sebuah motor dianggap premium, designnya juga harus lebih macho atau lebih cantik dengan saingan sekelasnya, misalnya Tiger lebih kekar daripada sainggannya, Lexam juga lebih cantik daripada musuhnya. Sang pemilik juga akan merasakan prestise dengan yang motornya. Namun yang saya sayangkan, entah apa yang dipikirkan produsen memasang produk yang tinggi namun tidak sesuai dengan fitur dan performance apalagi jika dibandingkan dengan kompetitornya yang terdekat, memang tidak semua orang suka akan hal yang berlebihan.

Namun jika ada barang lain yang lebih secara harga berbanding lurus dengan yang didapatkan, artinya lebih baik dari pada hanya menjunjung fanatisme akan sebuah merk yang dikelaskan sebagai barang mahal yang menonjolkan ego dan aktualisasi diri. Konsumen kita memang pertama lebih mementingkan design, tapi yang saya hendaki adalah ketika produk dinyatakan sebagai barang premium, mereka (produsen) sebaiknya memberikan sesuatu yang lebih bagus dengan harga yang ditebus konsumen.

Pikirkan fitur-fitur yang lebih menguntungkan bagi konsumen, jangan asal bilang produk premium dan harganya naik terus tiap tahun tanpa ada peningkatan berarti. Jangan mentang-mentang punya konsumen setia pada brand tersebut sehingga produsen seenaknya hanya menawarkan value yang tidak sesuai dengan harga.

So…..jangan hanya bicara tentang ikatan secara emosional, tapi logika juga dimainkan….walau kadang ada yang tidak bisa dipecahkan dengan logika.

note : Statement

18 thoughts on “Motor Premium Kok Begitu…

  1. anton_ks berkata:

    dalam marketing tidak selalu bisa dijelaskan dng logika bro …
    tp kita sebagai konsumen semestinya pakai logika tentunya kita nggak mau uang kita lari terlalu banyak ke jepang!

    o ya … ini nih ada sedikit yg menggelitik di otak’ku nih, kan banyak nih diantara komentator disini sering ngatain alay buat orang yg suka nulis2 pakai angka😀
    pdhl ada diantara mereka menurutku mirip2 juga, meski kebalikannya misal pzoo pibo pies … mirip2 alay hahahahaha … piss

  2. earp berkata:

    Kedua produk di atas adalah produk premium jadi-jadian alias cuma cari untung gede doang, karena dari sisi harga tidak benar-benar memberikan kelebihan dibanding produk non premium. Bisa di lihat di lexam untuk bagian-bagian part seperti velg, piringan cakram, sokbeker depan masih sama tipe dan ukuran dengan yang di pake vega.

  3. shogun110tromol berkata:

    gak suka Lexam, motor mahal dgn fitur minim, masih mending beli Revo AT, harga mahal dgn fitur stimpal. Gak dipredikati premium pulak, soalnya ada yg bener2 premium, PCX 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s