Shogun Hyper Injection : R.I.P……….

Hemmm…..walaupun dengan teknologi yang lebih maju dalam sistem pembakaran yang menggunakan injeksi yang menawarkan low maintainance, hemat BBM dan ramah lingkungan, akhirnya Shogun Hyper Injection tidak bisa bertahan lebih lama lagi dipasaran. Seperti yang kita ketahui, saat peluncuran si Axelo ternyata juga merupakan tanda berakhirnya era injeksi bebek Suzuki. Pantas saja, saat Desember 2010 yang lalu saya minta tabel harga di dialer Suzuki sudah tidak tercantum lagi si Hyper Injection ini (pantesaaaannnnn……).

Suzuki DCP-FI System

Shogun FI ini memang dulunya diharapkan bisa menjadi salah satu motor pertama pembawa injeksi di pasar Indonesia bersama HSX 125 Pgm-FI dikelas bebek. Namun apa daya ternyata pihak Suzuki sendiri seperti kurang serius menggarap segmen ini. Lihat saja promosinya yang boleh dikatakan hampir tidak ada, belum lagi Suzuki terlalu berani ikut-ikutan bermain dengan AHM dikelas ini. Sebenarnya yang pernah saya baca, sistem injeksi milik Shogun FI ini lebih baik daripada punya HSX. Namun jelas pasar belum mau memperhatikan teknologi seperti ini pada bebek yang diandalkan sebagai motor fungsionalitas harian, tidak salah memang jika ada yang mempermasalahkan ribet perawatan, perbaikan dan spare part. Bayangkan jika kita berada dikota kecil atau pedesaan dan mengalami kerusakan yang para mekaniknya pasti belum paham tentang perbaikannya dan alat perbaikannya juga tidak ada. Inilah bukti bahwa pasar tidak teredukasi dengan benar.

Tapi sebagian kecil konsumen tetap suka dengan hadirnya sistem injeksi pada bebek, jelas sekali keunggulan injeksi sebenarnya merupakan kemudahan pada pemakaiannya. Dalam hal perawatan pun lebih mudah, saat servis yang perlu diperhatikan cuma ganti oli, bersihkan filter udara atau ganti busi, itupun kadang tidak berbarengan seperti hanya ganti busi, atau ganti oli saja dan tentu saja BBM yang bersih (non timbal) perlu diperhatikan. Sayang pasar tidak di edukasi dengan baik, apalagi sebagian orang masih suka mengoprek mesin untuk mendapatkan speed, power dan akselerasi lebih baik. Pada sistem injeksi (paling tidak sekarang) memang masih sulit menerapkan hal tersebut (betul nga bro, riset dibebek memang tidak seperti di kelas sport).

(ngimpi) Axelo berinjeksi suatu saat

Dengan sulitnya pasar menerima itulah akhirnya, salah satu motor pelopor injeksi ini harus diistirahatkan. Pihak SIS sendiri menjelaskan, ketika pasar sudah bisa menerima injeksi dengan baik maka mereka akan bermain lagi dikelas ini.  Saya berharap, suatu saat Axelo yang berkopling yang mendapatkan sistem injeksi ini, tapi tentunya dengan disertai power dan akselerasi yang lebih tinggi daripada versi karburator (ngarep banget…..)

Walau disayangkan, namun bisnis adalah bisnis. ketika tidak bisa bersaing, buat apa buang-buang waktu dan sumber daya. Sekarang hanya HSX 125 yang bermain dikelas bebek murni.

Tunai sudah tugasmu Shogun Hyper Injection……

Note : Semua foto disertakan link aslinya.

11 thoughts on “Shogun Hyper Injection : R.I.P……….

  1. blognyamitra berkata:

    Kemunduran, pihak Suzuki hanya berpikir jangka pendek tapi tidak memikirkan jangka panjang yang jauh lebih baik. Mekanik Suzuki lama kelamaan bisa lupa tuh gimana caranya menangani mesin injeksi.

  2. az147r berkata:

    @Maskur
    Betul, padahal harganya udah lebih murah daripada HSX PGM-FI
    @Triyanto
    Yup, yang penting bisnis tetap jalan….mending seriusin Axelo dan Titan, lebih freshhh….
    @Blognyamitra
    Hemmmmm….boleh jadi tuh, tapi semoga aja nga.
    @Hadi
    Ya….nga ada ayah, nga ada ibu….eh……R.I.P…..hehehe

    • shogun110tromol berkata:

      nah itu yg jadi masalah:mrgreen:

      FD110 aye aja partnya susah, begitu jg FD125 dan FL125, apalagi yg injeknya, repot…

      klo masalah mahal, relatiflah, sebanding ama kualitas,,,,,,,,,,,,,

      • yroel berkata:

        tpi bisa ko klo soal part, kita pesen ke dealernya langsung. malahan punya tmen saya. shogun FD 110 nya sudah bagus lagi kaya mtor baru.

        haha betul bro mahal dikit tpi kualitasnya memang sengada lawan lah hahah.

        • Az147r berkata:

          Syukur alhamdulillah kalau begitu. Biasanya memang produsen akan menyiapkan barang selama 5 tahun setelah discontinue. Klo part shogun yg FD 110 itu mungkin stock lama yang masih ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s